"We're all in a journey in paths where love showers us, salvation & hope appear out of nowhere, if we only stop a while and take a closer look .."

Wednesday, November 5, 2014

Memangnya Bisa Hidup Hanya dengan Cinta??

Pengkritik, haters, booers, seribu satu namanya tapi satu sikapnya, lebih memilih berfokus pada kekurangan orang lain & tidak toleran, alhasil mrk banyak sekali jumlahnya bahkan sering jadi mayoritas, namun sayangnya, "they become multitudes of nobodies" :)

Beda dgn si "aneh", ia tdk buru2 membuang sesuatu yg terdengar atau nampak berbeda, menahan diri dari mengejek sesuatu yg masih hijau atau sebaliknya.. sudah kuno.  Ia selalu berhenti sebentar, menarik selangkah kebelakang, mengamati seksama..
Mencari, menyimak, belajar, mencari keindahan tersembunyi.
Si aneh yg menggali2 partitur lagu berusia ratusan tahun berhasil menemukan dan merakit kembali progresi indah ke dalam aransemen electro pop dan loops DJ nya.
Si aneh yg tahun lalu memutuskan berhenti meniru2 bahasa asing yg tdk dipahaminya dgn nada mencibir kini menguasai 2 disiplin ilmu mekanik yg akan nyaris mustahil dikuasai dgn literatur bahasa ibunya.
Si aneh yang dulu berani berteman dgn banyak org berbeda keyakinan kini semakin dewasa dan mampu menjabarkan keyakinannya utk mengindahkan hidup semua umat melintas batas.

"You can't live outside what you love, so the only way to expand is to learn to love more and let love gives you growth"

Beliau yg memberi hidup adalah Cinta
Mereka yg mengamalkan Cinta akan hidup sepenuhnya, menjadi berhasil dan bahagia :)

Saturday, August 9, 2014

Hemat vs Pelit

Mohon maaf kalau blog ini agak "to the point", tapi mungkin ada baiknya sebagai sarana otokritik dan evaluasi diri demi menjadi pribadi yg lebih baik & mulia :).. Enjoy the  reading :)

Kata org beda antara hemat & pelit itu tipis, apa betul?

Yuk kita disimak & silakan menyimpulkan / merenungkan..

Hemat :
Orang hemat mengatur harta seefisien mungkin dgn attitude seorang manager / pengelola / pengurus meski ia sebenarnya mgkn seorang owner / pemilik.  Sibuk seperti pembantu dan cerewet seperti mandor :)
     Sibuk tapi bukan workoholic, cerewet tapi karena terlalu peduli & empati, karena ia memiliki goal tertentu yg diyakini menjadi alasan & tujuan mengapa meski setitik nama & sekejab usia ia boleh ada di dunia.  Mimpi besar dimana utk mencapainya memang perlu biaya.  Hidup si hemat berpusatkan Tuhan. Wujudnya?  Cinta keluarga dan sesama.  Ia yakin akan cinta Tuhan sehingga ia melakukan apa yg baik & benar meski tanpa dukungan, ia terus maju dengan senyum ramah dan ketegasan santun, tak merasa perlu buru2 menuntut, memanipulasi, apalagi mengintimidasi.
     Ia suka menolong & menderma, tenggang rasa nya tinggi di atas rata2 karena ingat dia sendiri pernah hidup susah, tak ingin mimpi buruk itu kembali menimpa org lain.
      Si Hemat biasanya KURANG tidur, sibuk dgn project2 yg kebanyakan melibatkan & menghidupi org banyak.

Pelit :
Bagi manusia pelit semua adalah busness deal, tdk perduli keluarga, sesama, dan Tuhan. Usai memberi, sedekah / persembahan dgn dijatah ia tak mau d usik lagi, malahan ia hrs dpt imbal balik. 
    Jika ia ditanya visi & panggilan hidup? Jawabnya politis di awang2 dan berputar2, tapi berbicara "keuntungan", pikirannya sangat "lugas", hitung2an pun jelas.  Sibuk atau enggan, menghilang atau menebar pesona, semua berpusat & berhenti sampai laba.
     Menahan pengeluaran & mencari kesempatan tanpa empati kecuali pada diri.  Nurani si pelit terkubur trauma karena pernah hidup susah. Ketakutan, tak ingin mimpi buruk itu menimpanya kembali.
     Biasanya ia TIDAK bisa tidur, insomnia, takut gagal, investasi hangus, harta habis.  Harta terus dikejarnya meski telah segunung ia punya, namun bahagia yg nampak di wajah dan tutur kaum papa malah tak kunjung diraihnya.

Amsal 11:24-25
Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.

Matius 6:20-21,33
Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada... Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Ada org yg bilang bahwa waktu terlalu berharga utk buang2 waktu memikirkan makna, panggilan, nilai2 & tujuan hidup, banyak kebutuhan & peluang yg mendesak utk dihadapi & dipenuhi. Namun ternyata renungan ini menunjukkan sebaliknya.  Cara pandang & cara menyikapi harta ternyata akan menentukan siapa kita & ke mana tujuan akhir kita.
"Hanya" cara pandang, sedemikian dahsyat bukan? :)

Yuk, hari ini kita sama2 evaluasi mulai dari diri.

God bless :)
FZ

Thursday, June 26, 2014

Ketegasan utk Suarez "The Vampire"

Ketegasan utk Suarez "The Vampire"
Refleksi kepastian vs janji doank atas kepastian & penegakan hukum Indonesia pasca 9 Juli 2014

Saya bukan fans bola, tp dgn begitu mudah2an pesan ini justru lebih sampai & mengena :

Bbrp hari berlalu today baru smpt lihat aksi Suarez yg kena sanksi FIFA gara2 aksi "vampire" nya :) Kamera jelas menunjukkan posisi rahang nya yg menukik ke bawah sehingga sulit sekali dikatakan bahwa itu kecelakaan / ketidaksengajaan.  Namun demikian masih bisa2nya pemain tsb "acting" kesakitan seolah dialah korbannya.

Memang manusia d dunia ini beda latar & 1001 "model" & lagaknya, tp dunia akn trs berputar dgn baik & nyaman utk semua jika aturan, hadiah & hukuman tegas & jelas buat semua.Jadi mari tilik sama2 Capres mana yg dari kampanye saja sdh melakukan begitu banyak pembiaran atas anarkisme, hanya memberikan alasan2 dan adu argumen membela diri dan melestarikan iklim intimidasi alias ancam mengancam.

Selamat memilih 9 Juli nanti, salam Indonesia hebat.  God bless Indonesia.

Saturday, May 10, 2014

Hati-hati Kalau Tuhan Sudah Kesal!



Lukas 14:15-24
Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah." Tetapi Yesus berkata: "Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang. Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap. Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang. Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat. Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh. Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku."

Bagi Anda yg sering bertanya-tanya seperti apakah kira-kira Tuhan itu, mungkin kisah di atas bisa memberi sedikit pencerahan, penerangan, dan mungkin sedikit sengatan panas!

Yesus menjelaskan sekaligus menyindir orang Yahudi kala itu karena begitu terbiasanya dengan ritual dan simbolisme ketuhanan sehingga tidak mampu melihat dan menyadari bahwa pemenuhan janji Allah dan pernyataan kasih-Nya yang terbesar sedang berdiri di hadapan mereka.

Keunikan  Pribadi Yesus adalah bahwa Ia tak pernah menceritakan apapun mengenai Tuhan - yang dipanggil-Nya "Bapa" - dengan versi dan interpretasinya sendiri (Yohanes 5:19 ; 12:49-50).  Dan satu hal yg mengejutkan Saya setelah merenungkan kembali kisah tadi adalah betapa emosionalnya Allah yg digambarkan Yesus. 

Ternyata ada tindakan tertentu dari sekelompok orang yang sedemikian hebatnya hingga Tuhan semesta alam bisa dibuat kesal & marah besar karenanya.  Bagaimana tidak, bayangkan jika Anda mengadakan pesta besar seperti ulang tahun atau bahkan pernikahan, mungkinkah Anda secara naluriah pertama-pertama mengundang mereka yang sepenuhnya asing bagi Anda?  Sebaliknya bukan? Anda akan cenderung mengundang kerabat dan sahabat terdekat, mereka yang dekat di hati dan mendapat perhatian pertama dan utama Anda.  Dan cerita ini mengisahkan bahwa mereka semua menolak undangan tersebut.

Seiring berjalannya cerita tadi mari kita memposisikan tamu-tamu yang berkelit tadi pertama-tama sebagai orang-orang Yahudi yang menurut perjanjian lama merupakan "kekasih" Allah yg dikhususkan-Nya untuk diselamatkan dan masuk dalam hubungan terakrab melebihi yang bisa dibayangkan siapapun.  Dan kedua, mari membandingkan seluruh cerita ini dengan diri kita masing2.

Setelah para VVIP tadi menolak datang, sang tuan rumah menjadi begitu marah hingga ia menyuruh para bawahannya mengundang mereka yg sama sekali asing, dan kita menemukan bahwa mereka justru datang memenuhi undangan.  Sampai di sini setidaknya kita dapat memetik pelajaran penting ini..
Tuhan dihormati karena memang dia layak dipuji.. namun Ia tidak menyukai basa basi.. sekali menolak undangan apapun alasannya dan bagaimanapun penyampaiannya, Ia yang melihat hati akan tetap memandangnya sebagai penolakan, karena memang demikianlah adanya.. Ia tidak diutamakan oleh mereka yg justru terpilih pada mulanya.

Dan Tuhan tidak berhenti sampai di situ.  Ia mengambil langkah yang demikian ekstrem, tidak lagi Ia bermanis kata, namun sebaliknya meminta para bawahannya untuk memaksa siapapun yg mereka jumpai di persimpangan jalan untuk hadir dalam pesta.  Pernah dengar seseorang yg mengundang pesta dengan menodongkan senjata?

Persimpangan jalan dari jaman ke jaman dipenuhi orang-orang yang sibuk dengan urusan mereka masing-masing, mulai dari para pedagang, aparat publik (pengatur jalan / tentara), hingga mereka yang berprofesi tak terpuji, mungkin PSK atau tukang copet!  Dan mereka ini dipaksa di luar keinginan mereka untuk mengadiri pesta.  St. Paulus, St. Agustinus, Kaisar Konstantinus, John Newton (pedagang budak yg akhirnya bertobat dan menulis lagu "Amazing Grace"), sejumlah besar penjahat, pecandu narkoba, ateis, dan masih banyak lagi adalah "orang asing" yang menaruh Tuhan di tempat terakhir dan terendah dalam hidup mereka (itupun jika mereka ingat untuk menaruh-Nya di suatu tempat sama sekali).  
Tidakkah fakta bahwa di akhir hidup mereka justru memuliakan Tuhan menjadi tanda bahwa Tuhan telah "memaksa masuk" mereka yg pada awalnya tidak tergolong para "kerabat dan kekasih" bagi-Nya?
Tak cukup sampai di situ, Ia menetapkan target yang jelas dan mengenaskan dalam "pengisian ruangan" rumah-Nya, yaitu supaya mereka yang telah menolak undangan-Nya TIDAK akan mungkin masuk lagi.  He takes rejection very very personal!

Kita hidup dalam dunia yang layak tergambar dalam film layar lebar "The Matrix", nampak sangat nyata namun sesungguhnya semu.  Segala macam ilusi dan informasi palsu dapat beredar di sini namun tidak di alam yg sebenarnya, kekekalan.  Di sini kita diajarkan lewat lagu, buku, acara, dll bahwa Tuhan adalah salah satu aspek hidup yg dpt kita pilih, termasuk dpt kita abaikan sejenak atau bahkan sepenuhnya.  Namun pada akhirnya seberapa keras dan tidak nyamannya blog ini terdengar, hanya akan ada dua tempat atau sejatinya keadaan, di dalam atau di luar "rumah Tuhan", bahagia atau derita, kehidupan dan kebinasaan, dan pilihan bukan hanya diperhadapkan utk mrk yg baru saja mendengar tentang hal ini atau membaca blog ini, bahkan Yesus ajukan bagi Anda yg telah sekian tahun mengaku percaya dan mengikuti Dia.

Saya tidak menyarankan kita serta merta menjadi org yg amat religius, mengganti secara radikal cara berpakaian, pemilihan kosakata, koleksi lagu di mp3 player Anda, atau apapun yg menjadi "kulit luar" atau atribut kita.  We have already too much hipocrits that have ruined our world.  Mari mulai dari kedalaman nurani dan mulai mempertanyakan apakah kita memiliki kepolosan seorang anak kecil yg tanggap akan hal2 yg sejati dan mengabaikan semua basa basi, apakah kita jujur dan rendah hati mempersilakan Tuhan memakai marka jalan, lagu trash metal, our irritating boss and coworkers, surat tilang, baret di pintu mobil baru, nada sumbang para haters, dll utk menyapa manis nurani kita agar selangkah lebih dekat ke tempat pesta abadi?


Salam dari marka jalan,
Hungry party-goer
FKZ